Mempersiapkan Bibit Unggul Indonesia di Pesantren Unggul Al Bayan

Mempersiapkan Bibit Unggul Indonesia di Pesantren Unggul Al Bayan

Pada hari Selasa (18 Juni 2019) SMA Pesantren Unggul Al Bayan mengadakan Leadership Training  yang bertempat di Sukabumi. Rumah Kepemimpinan yang dalam hal ini diwakilkan oleh Prophetica sebagai lembaga training profesional diajak berkolaborasi untuk menyukseskan agenda tersebut. Selama 2 hari 1 malam, para peserta dilatih dengan beragam materi mulai dari teori fundamental sebagai pemimpin dan kerjasama tim, simulasi, hingga softskill yang mendukung perkembangan diri para pelajar di sana.

Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ade Rahmat Kurnia, S.Pd., pasca masa libur lebaran para siswa harus mendapatkan aktivitas lain agar semakin produktif. Dikarenakan aktivitas belajar-mengajar sudah selesai dan hanya menunggu pembagian rapor di akhir pekan, Pak Ade beserta tim berinisiatif untuk mengadakan pelatihan agar para siswa pun dapat memupuk karakter daya juang dan kepemimpinan mereka untuk diimplementasikan di organisasi masing-masing atau di masa depan.

Para siswa sedang merancang sifat-sifat yang ada pada kepemimpinan para nabi

            Prophetica mengirimkan 2 trainer terbaiknya untuk hadir dan melatih para siswa di SMA Al Bayan. Aqil Wilda Arief selaku CEO sekaligus co-founder Prophetica bersama Rizky Yudo (CTO Prophetica) sebagai trainer profesional diberangkatkan ke Sukabumi untuk berbagi dengan para siswa.

            Setidaknya terdapat 2 topik utama yang disampaikan oleh para trainer dari Prophetica, yaitu Kepemimpinan Para Nabi dan Manajemen Organisasi. Dalam sesinya, Aqil menyampaikan bahwa jauh sebelum bermimpi sebagai pemimpin, kita semua perlu memahami diri kita sendiri dan juga mencari Ikigai kita masing-masing. Sehingga untuk meneladani kepemimpinan para nabi pun akan lebih mudah dan berdampak untuk diri sendiri maupun masyarakat yang dipimpinnya.

Aqil Wilda sedang menyampaikan materi Kepemimpinan

            Di sesi lain, Rizky Yudo berbagi mengenai manajemen organisasi yang juga harus mengikuti perkembangan zaman. Sehingga dalam praktiknya perlu menyesuaikan skill seperti apa yang perlu kita asah dan kuasai agar siklus organisasi pun dapat berjalan dengan baik. Di akhir sesinya, Yudo juga memberikan studi kasus untuk melatih daya analisa para siswa SMA Al Bayan.

            “Selama sesi pelatihan, banyak sekali pengalaman yang bisa saya ambil. Mulai dari pertama kali mengisi pelatihan di pesantren, hingga bisa ketemu dengan beragam karakter audience yang baru.” Ujar Yudo.

            Setelah seluruh rangkaian berakhir, Pak Ade turut memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Rumah Kepemimpinan dan Prophetica karena bersedia membantu dan membina para siswa di SMA Al Bayan. Beliau juga menyampaikan bahwa ada salah satu alumni SMA Al Bayan yang juga menjadi alumni asrama Rumah Kepemimpinan di Bandung, Maulana Fikri, dan menemukan peluang kolaborasi ini dari alumni tersebut. (RYA)

Give a Reply